Vasektomi Pria- Banyak Warga Masyarakat yang Kurang Paham



Pemahaman masyarakat terhadap vasektomi masih banyak yang salah. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa vasektomi kurang dimanfaatkan oleh anggota masyarakat sebagai alat kontrasepsi pada pria. Padahal, vasektomi merupakan salah satu metode yang sangat efektif serta aman dalam mencegah terjadinya kehamilan.

Demikian menurut Asri selaku ketua dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia Pusat, di Jakarta, pada Jumat (1/6/12).

Asri menambahkan bahwa, warga masyarakat masih menyamakan antara vasektomi dan kebiri, dari keduanya jelas sangat jauh berbeda. Untuk kebiri akan diambil kedua testis pria. Sehingga mengakibatkan produksi sperma dan hormon testosterone akan terhambat. Berakibat pula pada rontoknya rambut ketiak dan kumis, membuat badan jadi gemuk, dan kurangnya hasrat seksual.

Sedangkan untuk vasektomi hanya melakukan pemotongan sebagian kecil pada saluran sperma yang mempunyai hubungan antara testis dengan kantong mani. Cara pemotongan yang dilakukan adalah melakukan pemotongan dengan melukai skrotum secara tumpul dengan panjang 0,5cm.

â??Operasinya singkat, sekitar 10 menit, tidak menggunakan pisau bedah sehingga perdarahan minimal,â? kata Asri.

Menurut Asri, ada anggapan yang keliru tentang hilangnya gairah seksual pada seorang pria yang divasektomi. Yang membedakan setelah melakukan vasektomi adalah tidak keluarnya sperma ketika ejakulasi, jadi dengan demikian kehamilan pun tidak terjadi. Masih sangat dimungkinkan untuk saluran yang dipotong untuk dilakukan penyambungan lagi atau rekanalisasi.

Asri menambahkan, sosialisai yang dilaksanakan masih kurang sehingga pemahaman masyarakat terkait dengan vasektomi banyak yang keliru sehingga berakibat pada rendahnya vasektomi yang dilakukan pria.

Target yang dilakukan BKKBN pada tahun 2012 adalah 7,3 juta peserta baru KB. Dari jumlah target yang ada sampai bulan April 2012 target yang tercapai sudah ada 2,8 juta peserta. Sekitar 49,4% peserta baru lebih memilih alat kontrasepsi dengan menggunakan suntik, sekitar 26,8% menggunakan pil, sekitar 8,3% menggunakan implant atau susuk, dan 7,4% menggunakan IUD. Paling favorit digunakan adalah kondom.

Dari jumlah 2,8 juta peserta baru KB, hanya sekitar 0,3% peserta yang memilih menggunakan vasektomi sebagai pilihan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi yang di favoritkan pria adalah kondom, sebesar 6,3% menggunakannya.

Sugiri Syarief selaku kepala BKKBN menjelaskan, sasaran dari vasektomi salah satunya adalah mereka yang tinggalnya pada area kumuh di perkotaan. Sedikit sekali dari mereka yang memanfaatkan layanan atau fasilitas kesehatan karena keseharian mereka yang sudah disibukan dengan mencari nafkah. Di daerah tersebut untuk fasilitas layanan KB yang berkualitas masih sangat terbatas.

Data yang ditunjukan BPS (Badan Pusat Statistik), pada September 2011 penduduk Indonesia yang tinggal di area perkumuhan perkotaan berjumlah 10,95 juta orang. Pada umumnya jumlah anak yang dimiliki mereka antara 3 anak sampai 6 anak.

Menurut M Yamin Waisale selaku Direktur Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus BKKBN mengumumkan, mobil pelayanan vasektomi akan disiapkan BKKBN yang akan di tempatkan di 18 kecamatan di sekitar perbatasan antara DKI Jakarta, Jabar dan Banten. Diharapkan adanya program ini dapat menambah jumlah peserta baru yang melakukan vasektomi, untuk tiap kecamatan diharapkan ada 50 peserta baru yang melakukan vasektomi.




Vasektomi Pria- Banyak Warga Masyarakat yang Kurang Paham | mysite | 4.5