Home » Penyakit dan Terapi » Tips Sehat » Mengatasi Depresi dengan Perubahan Gaya Hidup

Mengatasi Depresi dengan Perubahan Gaya Hidup



mengatasi depresiSaat menghadapi masalah yang berat, serasa sulit untuk melepaskan diri dari bayang-bayangnya namun sebenarnya kalau kita mau memilih untuk bangkit pasti ada jalan keluarnya. Kondisi psikologis manusia bisa naik dan turun, termasuk juga depresi bisa memburuk tetapi juga bisa diobati.

Louis Weigele, LCSW, wakil presiden dari National Association of Social Workers merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk membantu mengatasi depresi – selain menghubungi seorang profesional kesehatan mental untuk membantu mengelola kondisi tersebut.

Perubahan Gaya Hidup yang dapat membantu mengatasi depresi antara lain:

Penuhi kebutuhan primer dengan baik

Gejala depresi yang sering muncul pada saat tekanan dari luar begitu besar antara lain kurangnya kepedulian terhadap diri sendiri seperti makan mulai tidak teratur, tidur yang kurang, mandi dan membersihkan diri, berolahraga dan kehilangan kebiasaan-kebiasaan baik lainnya.

Stres yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek bola salju yang tidak hanya tidak baik untuk mental tetapi juga buruk untuk kesehatan fisik. Kebiasaan-kebiasaan baik yang dijalankan setiap hari menjaga agar kita tetap pada jalur yang benar.

Makan-makanan yang bergizi, mandi dan membersihkan tubuh, tidur yang 6-8 jam sehari dan berolahraga secara teratur adalah beberapa hal baik yang harus dibiasakan. Olahraga membantu mengatasi depresi dengan cara melepaskan endorphin yang membuat mood lebih baik serta menyeimbangkan kembali berbagai bahan kimia otak lainnya.

Jalani pengobatan sampai tuntas

setelah menjalani pengobatan beberapa waktu mungkin anda sudah merasa lebih baik, tetapi ini bukan berarti anda bisa berhenti. Tetaplah menjalani terapi yang disarankan sampai dokter atau psikiater menyatakan anda boleh berhenti. Ini penting agar depresi tetap terkontrol dan mencegah kekambuhan.

Lakukan hal-hal yang anda suka

Salah satu gejala depresi yang muncul adalah kehilangan minat pada hal-hal yang dulu diminati. Mulailah memaksakan diri untuk terlibat pada kegiatan yang dulu anda minati sampai kesenangan yang dulu anda dapatkan dari hobi anda tersebut bisa didapatkan kembali. “Berpura-puralah sampai Anda berhasil.” kata Weigele

Berhenti mengkonsumsi bahan-bahan yang merugikan kesehatan

Terlalu banyak gula, meminum alkohol, lemak, kafein, dan obat-obatan terlarang semuanya terlihat menarik untuk mencari kenyamanan dari rasa sakit dari depresi, tetapi zat-zat tersebut hanya akan membuat kondisi anda lebih buruk – tidak lebih baik – pada akhirnya. “Menutupi satu masalah dengan yang lain,” kata Weigele.

Lebih banyak bersosialisasi dengan bertemu langsung:

Sebuah studi 2010 yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Leeds di Inggris menemukan bahwa mereka yang menghabiskan banyak waktu berselancar di Internet, chatting online, dan mengirim e-mail dan pesan teks mengalami lebih banyak kecemasan dan depresi dibandingkan mereka yang tidak.

Jadi sementara teknologi dapat membantu kita terhubung di dunia yang sibuk, terlalu banyak berhubungan dengan teknologi justru mengisolasi kita dari dunia yang sebenarnya, yang pada akhirnya dapat memacu depresi. Cobalah untuk bertemu dengan teman-teman atau bergabung dengan komunitas tertentu yang anda suka.

Pantau pikiran anda

Setiap orang berbicara pada dirinya sendiri dalam pikirannya atau sering disebut self talk. Self talk yang negatif dengan kata-kata yang negatif dapat memicu depresi. Jaga agar kata-kata yang muncul dalam pikiran anda tetap positif.

Diet sehat

Makan makanan yang bergizi dengan komposisi karbohidrat, lemak sehat, protein, vitamin dan mineral yang didapat dari buah dan sayuran sehat. Saat kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan cukup dapat mencegah perubahan mood yang drastis. Minum suplemen minyak ikan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega 3.

 

 




loading...

Artikel terkait Mengatasi Depresi dengan Perubahan Gaya Hidup

pengobatan tuntas depresi.