Pekerjaan Pemicu Depresi



despresiMemilih jenis pekerjaan memang berdasarkan keinginan hati. Tentunya, pekerjaan yang kita pilih akan kita jalani dengan penuh rasa gembira. Namun, bukan berarti pekerjaan tersebut mempunyai tantangan.

Hampir semua pekerjaan mempunyai tantangan yang dapat menimbulkan depresi atau stres. Banyak aspek yang bisa memicu stres, misalnya jam kerja yang tidak menentu, target yang harus dicapai dalam bekerja, atau banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan.

Dari sekian banyak jenis pekerjaan, ada beberapa pekerjaan yang sangat rentan memicu timbulnya depresi. Berikut adalah pekerjaan yang memicu depresi.

  1. Perawat. Setiap hari pekerjaan perawat adalah membantu kegiatan sehari-hari pasien, seperi mandi, makan, dan kegiatan kecil lainnya. Rasa depresi muncul ketika saat mereka tidak mendapatkan penghargaan atau terima kasih atas apa yang mereka lakukan. Mereka juga bisa stres saat merawat orang sakit tanpa mendapatkan dukungan positif.
  2. Pramusaji. Pelayan dituntut untuk tepat untuk melayani pesanan. Mereka juga harus cekatan agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Hal ini harus dilakukan agar para pelanggan tidak komplain.
  3. Pekerja seni. Banyak orang yang mengira bahwa pekerja seni adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Padahal, mereka menjadikan seni sebagai profesi. Sehingga, mereka harus bisa berpikir keras untuk bisa menciptakan karya seni untuk dijual. Jam kerja dan pendapatan yang tidak menentu juga pemicu timbulnya depresi.
  4. Pekerjaan bidang kesehatan. Dokter, bidan, perawat, dan profesi kesehatan lain merupakan pekerjaan yang berisiko menimbulkan depresi. Jam kerja yang tidak menentu dan tanggung jawab besar yang menyangkut keselamatan nyawa orang lain adalah pemicu stres.
  5. Guru. Profesi sebagai pendidik atau guru harus memiliki jiwa yang besar untuk menghadapi peserta didik. Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Tuntutan untuk mendidik anak untuk bisa pintar mempunyai banyak tekanan.
  6. Sales. Banyak tenaga penjual (sales) yang bekerja pada komisi, dimana mereka tidak tau kapan gaji akan datang. Pekerjaan sales cenderung melakukan perjalanan jauh, dan menghabiskan banyak waktu.
  7. Pekerjaan sosial. Pekerjaan sosial yang berisiko terkena depresi. Pekerjaan mereka selalu berurusan dengan orang lain yang meminta bantuan sehingga banyak menyita waktu. Memiliki mental dan kesabaran yang kuat untuk berhadapan dengan orang banyak yang butuh bantuan.
  8. Staf administrasi. Pekerjaan administrasi berada di garis depan dan banyak menerima perintah dari segala arah. Bahkan, mereka mendapatkan hal yang tidak terduga dan tidak mendapat pengakuan terkait pekerjaan yang dilakukannya.
Baca juga :   Apa Itu Pilates dan Bagaimana cara Kerjanya?



loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *