Orang yang Beresiko Tinggi Terkena Kanker



gambar sel kankerTeknologi informasi membuat kita lebih mudah mengetahui penelitian-penelitian tentang kesehatan terbaru. Salah satu yang banyak dibahas adalah faktor resiko kanker. Ada banyak jenis kanker dan faktor resikonya pun berbeda-beda. Mungkin anda bertanya-tanya apakah saya termasuk golongan orang yang beresiko tinggi terkena kanker?

Golongan yang beresiko terkena kanker

Dokter mungkin tidak dapat menjelaskan mengapa seseorang terkena kanker dan yang lainnya tidak meskipun kedua orang itu memiliki resiko yang sama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Tetapi penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor berikut ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap kanker

    • Penuaan
    • Rokok
    • Terlalu banyak terkena sinar matahari
    • Radiasi
    • Beberapa jenis bahan kimia dan
    • Beberapa jenis virus dan bakteri
    • Hormon-hormon tertentu
    • Riwayat keluarga kanker
    • Alkohol
    • Pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik atau kelebihan berat badan

Kebanyakan faktor resiko kanker bisa dihindari kecuali penuaan dan riwayat keluarga. Yang perlu diingat bahwa faktanya kebanyakan orang yang memiliki faktor resiko kanker tidak mengidap kanker. Untuk mengembangkan kanker biasanya ada beberapa faktor resiko yang berkesinambungan yang dimiliki seseorang dalam jangka waktu lama.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai faktor resiko diatas:

Penuaan

Kanker banyak dialami oleh orang tua. Resiko kanker meningkat pada usia diatas 65 tahun meskipun semua usia mulai dari anak-anak hingga dewasa dapat mengalaminya.

Baca juga :   Perkembangan HIV AIDS di Indonesia

Rokok

Penggunaan rokok dan produk tembakau lainnya meningkatkan kemungkinan terkena hampir semua kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, orang yang menghisap asap rokok lebih mungkin mengidap kanker paru, laring, mulut, esofagus, kandung kemih, ginjal, tenggorokan, perut, pankreas, dan kanker leher rahim. Perokok juga lebih mungkin untuk menderita leukemia myeloid akut (kanker yang dimulai di sel-sel darah).

Sinar matahari

Sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari matahari maupun dari alat-alat buatan manusia dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker kulit. Untuk mengatasinya gunakan pakaian tertutup dan sunblock di siang hari terik. Sinar matahari pagi baik untuk tulang tetapi setelah siang kurangi sebanyak mungkin paparan sinar matahari.

Radiasi pengion

Radiasi pengion dapat menyebabkan kerusakan sel yang mengarah ke kanker. Jenis radiasi ini berasal dari luar angkasa, radioaktif, gas radon, x-ray, dan sumber lainnya.

Radioaktif bisa berasal dari kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir atau senjata atom.

Radon adalah gas radioaktif yang tidak dapat dilihat, dibau dan tidak berasa. Terbentuk dalam tanah dan batuan. Orang-orang yang bekerja di tambang dapat terkena radon. Radon meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Bahan-bahan kimia tertentu

Orang-orang yang memiliki pekerjaan tertentu seperti tukang cat, pekerja konstruksi, dan orang-orang yang bekerja di industri kimia memiliki peningkatan risiko kanker. Zat kimia yang mengandung asbes, benzena, benzidin, kadmium, nikel, atau vinil klorida di tempat kerja dapat menyebabkan kanker.

Baca juga :   Hilangkan Bekas Jerawat Dengan Menggunakan Masker Tomat

Infeksi virus dan bakteri

Bakteri yang dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya kanker antara lain:

  • Human papillomaviruses (HPVs):
  • Hepatitis B and hepatitis C viruses
  • Human T-cell leukemia/lymphoma virus (HTLV-1)
  • Human immunodeficiency virus (HIV)
  • Epstein-Barr virus (EBV)
  • Human herpesvirus 8 (HHV8)
  • Helicobacter pylori

Riwayat keluarga terkena kanker

Yang kadang-kadang menurun pada keluarga misalnya melanoma, kanker ovarium, kanker payudara, prostat, dan usus besar.

Hormon

Studi menunjukkan bahwa terapi hormon menopause dapat menyebabkan efek samping yang serius. Terapi estrogen, progestin dan Diethylstilbestrol dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker.

Alkohol

Minum lebih dari dua minuman beralkohol setiap hari selama bertahun-tahun dapat meningkatkan kesempatan mengidap kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, laring, liver, dan payudara. Resiko ini meningkat lebih tinggi saat aktifitas minum alkohol dibarengi dengan merokok.

Pola makan yang buruk, Kurang aktifitas fisik atau kelebihan berat badan.

Peningkatan risiko kanker yang dihadapi oleh orang tersebut misalnya, orang yang diet tinggi lemak memiliki peningkatan risiko kanker rahim, usus, dan kanker prostat. Kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk kanker usus, payudara, kerongkongan, ginjal dan rahim




loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *