Home » Penyakit dan Terapi » Kiat Sukses Mendapatkan Buah Hati untuk Pasangan yang Tidak Subur

Kiat Sukses Mendapatkan Buah Hati untuk Pasangan yang Tidak Subur



Apakah anda salah satu pasangan suami istri yang kesulitan memiliki keturunan???. Banyak hal yang menyebabkan pasangan suami istri kesulitan mendapatkan keturunan. Biasanya masalah gangguan kesuburan meningkat ketika pasangan menunggu sampai usia 30 tahun atau 40 tahunan untuk mulai berkeluarga, di saat kesuburan alami sudah mulai menurun. Telah tersedia berbagai jenis bantuan dan perawatan kesuburan untuk pasangan yang sangat ingin memiliki anak.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu pasangan tidak subur untuk dapat memiliki keturunan, seperti kutipan dari The Human Body Book karangan Steve Parker yang diterbitkan Erlangga, Kamis (1/3/2012):

1.   Fertilisasi In-Vitro

Fertilisasi in-vitro merupakan metode bantuan yang digunakan untuk membawa sperma dan telur bersama di luar tubuh.

Metode kehamilan menjadi umum sejak â??bayi tabungâ? pertama lahir melalui fertilisasi in-vitro (IVF) pada tahun 1978. Jika terjadi tuba falopi tersumbat atau jika penyebab ketidaksuburan tidak dapat ditemukan atau ditangani, maka dapat dilakukan IVF.

Metode ini adalah metode yang melibatkan pengambilan telur dari ovarium. Secara artifisial telur dimatangkan dengan hormon sehingga lebih dari satu telur untuk dibuahi dan peluang keberhasilan dapat meningkat.

Kemudian telur istri akan dicampur dengan sperma suami, atau seorang donor dan kemudian akan diinkubasi pada suhu tubuh selama 48 jam. Setelah itu, sel telur disuntikkan langsung ke dalam uterus wanita dengan menggunakan pipa tipis yang melewati vagina dan serviks. Jika salah satu telur atau lebih tertanam di dalam dinding uterus, maka metode ini dianggap berhasil. Sekitar 15 persen usaha dengan menggunakan IVF membuahkan kehamilan.

Memasukkan telur yang sudah dibuahi.

Setelah inkubasi, dengan menggunakan pipa kecil tiga telur yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam uterus wanita melalui vagina. Dengan adanya proses tersebut diharapkan dapat terjadi perkembangan jika telur telah berimplantasi.

2.   Suntikan Sperma Intrasitoplasma

Ada versi lanjutan dari IVF yaitu suntikan sperma intrasito-plasma (ICSI – Intracytoplasmic Sperm Injection). ICSI dapat digunakan pada ketidaksuburan pria jika teknik bantuan konvensional tidak berhasil. Cara kerja dari ICSI yaitu dengan menyuntikan sel sperma langsung ke sel telur matang di laboratorium. Tindakan dan cara ini sangat rumit sehingga memerlukan seseorang yang profesional dalam bidang ini, karena melibatkan penggunaan alat-alat mikro di bawah mikrosop. 10-15 persen merupakan tingkat keberhasilan dalam satu siklus menstruasi, dan hanya satu embrio yang berkembang.

3.   PLI (Paternal Leukocyte Immunization)

Terapi ini diberikan untuk menurunkan antibody sperma pada wanita yang memiliki antibody sperma suami yang berlebihan, terapi ini dinamakan PLI (Paternal Leukocyte Immunization) atau dikenal juga dengan Imunisasi Leukosit Suami (ILS).

Antibodi sperma sebaiknya jangan berlebihan karena dapat menyulitkan sperma untuk sampai ke sel telur karena selalu ditolak dan menjadi tidak berfungsi, sehingga akan memungkinkan tidak terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Untuk wanita yang pernah terkena paparan sperma memiliki antibodi terhadap sperma suaminya, tetapi ada juga wanita yang mempunyai reaksi berlebih terhadap antibodi itu. Semua itu tergantung dari individunya, masing-masing orang memiliki respons yang berbeda, penyebabnya sama dengan orang yang alergi. Wanita yang mempunyai antibodi sperma tinggi akan memberikan reaksi yang berlebih terhadap protein pada sperma, dan akan mengakibatkan sperma ditolak dan menjadi tidak berfungsi.

Pada terapi PLI ini sel darah putih suami akan disuntikan ke bawah kulit istri. Tujuannya untuk memungkinkan terjadinya pembuahan secara efektif karena antibodi sperma istri diturunkan sehingga mendapatkan toleransi oleh tubuh.

Terapi diberikan minimal 3 kali dengan jarak 3 minggu. Di bagian bawah kulit ibu akan dilakukan penyuntikan serum yang berisi sel darah putih suami. Saran untuk pasien setelah melakukan terapi yaitu lakukanlah penilaian ulang uji imunoandrologi. Apabila hasil yang didapatkan telah mencapai batas normal maka tidak perlu dilakukan terapi kembali. Lakukanlah terapi ulang apabila hasil belum mencapai batas normal.




loading...

Artikel terkait Kiat Sukses Mendapatkan Buah Hati untuk Pasangan yang Tidak Subur