Home » Penyakit dan Terapi » Kanker Serviks, Menjadi Ancaman yang Berbahaya Bagi Perempuan

Kanker Serviks, Menjadi Ancaman yang Berbahaya Bagi Perempuan



Ancaman terbesar bagi seorang perempuan datang dari kanker serviks. Kanker yang terjadi di leher rahim ini penderitanya dari kalangan wanita. Sejauh ini, masih sangat minim perempuan yang melakukan pendeteksian dini terhadap kanker rahim.

Yayasan Kanker Indonesia sangat prihatin terhadap jumlah kasus yang sangat tinggi dari kanker Rahim yang dialami oleh perempuan, bentuk keprihatinan tersebut di wujudkan dalam â??Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviksâ?, bersama itu pula sedang dilaksanakan peringatan Hari Jadi YKI ke-35 pada tanggal 17 April 2012.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memotivasi serta menggerakan anggota masyarakat di seluruh pelosok tanah air terutamanya untuk daerah YKI Cabang supaya sadar akan serangan kanker serviks. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan seperti penyuluhan terhadap masyarakat supaya lebih sadar terhadap bahaya dari kanker serviks dan melakukan pemeriksaan Papsmear dan IVA untuk mendeteksi secara dini kanker leher Rahim yang ada di 68 Cabang YKI.

Nina Moeloek selaku Ketua Umum YKI, mengatakan kanker yang menduduki peringkat paling atas yang di derita oleh perempuan adalah kanker leher Rahim dan kanker payudara.

Baca juga :   Mengatasi Tumit Kaki Pecah-Pecah

YKI melakukan pendataan yang melibatkan Ikatan Ahli Patologi Anatomi Indonesia dengan melakukan pengembangan pada registrasi kanker berdasarkan data patologi anatomi, data tersebut diambil dari 13 Rumah Sakit yang ada di Indonesia pada unit kanker. Hasil dari data yang diperoleh tahun 2006 tersebut, peringkat pertama di duduki kanker leher Rahim dengan persentase 16% sedangkan sekitar 15% dari kanker payudara.

Pada tahun 2007, data yang ada pada Kementrian Kesehatan menunjukkan peringkat pertama diduduki kanker payudara sebesar 18% dan sebesar 9% dari kanker leher rahim. Nina mengungkapkan bahwa YKI sedang melakukan pendataan ulang mulai dari tahun 2007 sampai tahun 2010.

Yang masih perlu mendapatkan perhatian ialah tingkat kesadaran untuk mendeteksi secara dini, supaya pasien yang datang tidak dalam keadaan lanjut. Kanker leher rahim dapat dideteksi dini dengan menggunakan metode papsmear dan IVA. Kedua metode tersebut berguna untuk mendeteksi ketidaknormalan yang terjadi di area leher rahim.

Hanya sekitar 5% cakupan nasional skirining yang menggunakan papsemar dan IVA. Padahal untuk biaya IVA sendiri sangat murah. â??Tanpa menghitung biaya tenaga kesehatan, biaya IVA itu hanya Rp 5.000,â? kata Nina.

Baca juga :   Manfaat Magnet untuk Kesehatan

Sedangkan biaya akan semakin besar bila menggunakan metode papsmear sekitar Rp.400.000 sampai dengan Rp.700.000. Bila penanganan kanker terlalu lama maka biaya yang akan dikeluarkan dapat semakin besar dan dapat menyebabkan penderitaan yang lebih besar pula. Dengan melakukan pendeteksian secara dini dapat menghemat biaya dan mengurangi penderitaan yang terjadi. â??Penyakit juga lebih mudah ditangani dengan peluang keberhasilan lebih besar,â? kata Nina.

Nina menambahkan bahwa seiring bertambahnya penduduk sangat dimungkinkan di waktu yang akan datang, jumlah dari penderita kanker akan semakin banyak, termasuk juga kanker leher rahim. Menurut WHO, diperkirakan pada tahun 2030 orang yang menderita kanker akan mencapai 75 juta dengan kasus kematian kurang lebih 17 juta orang. â??Sekitar 70 persen penderita kanker itu hidup di negara berkembang,â? kata Nina.




loading...

Artikel terkait Kanker Serviks, Menjadi Ancaman yang Berbahaya Bagi Perempuan