Home » Tips Sehat » Bukti Bahwa Liburan Baik untuk Kesehatan

Bukti Bahwa Liburan Baik untuk Kesehatan



liburanSeringkali karena mencintai pekerjaanya, orang sering merelakan untuk tidak berlibur. Sebuah penelitian yang dimulai pada 1948 dari Framingham Heart Study, peneliti menganalisis kuesioner yang telah diisi oleh para pakerja wanita. Setiap tahun wanita-wanita ini mengisi kuesioner selama lebih dari 20 tahun tentang seberapa sering mereka mengambil liburan. Wanita-wanita yang mengambil liburan sekali dalam enam tahun atau kurang hampir delapan kali lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung koroner atau serangan jantung dibandingkan mereka yang mengambil setidaknya dua liburan setahun, kata Elaine Eaker, rekan penulis penelitian dan presiden sebuah perusahaan riset swasta Eaker Epidemiology Enterprises.

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 1992 ini telah mengendalikan faktor-faktor lain seperti obesitas, merokok diabetes, dan pendapatan, kata Eaker, dan temuan ini telah dibuktikan dalam tindak lanjut penelitian.

“Ini menunjukkan bagaimana tubuh bereaksi terhadap stres,” katanya. “Ini adalah bukti nyata bahwa liburan yang bagi kesehatan fisik”

Penelitian lain yang dipublikasikan pada tahun 2000, dilakukan pada 12.000 pria selama lebih dari sembilan tahun penelitian . Mereka yang tidak meluangkan waktu untuk liburan tahunan memiliki risiko 21 persen lebih tinggi dari kematian dan yang 32 persen lebih mungkin meninggal karena serangan jantung.

Baca juga :   Tips Menghilangkan Bau Tidak Sedap Pada Kaki

Bahkan jika Anda tidak memiliki masalah jantung, anda membutuhkan liburan seminggu sampai dua minggu setiap tahun untuk berlibur dan benar-benar bersantai – sehingga rileks dan tidur lebih baik kata Mark Rosekind, ilmuwan dan kepala di Alertness Solutions, sebuah perusahaan konsultan ilmiah yang telah bekerja sama dengan pilot NASA dan astronot mengenai masalah tidur.

Pada tahun 2006, ia ditugaskan oleh Air New Zealand untuk melihat apakah ada bukti ilmiah yang bisa mengukur manfaat dari liburan. Dia meminta 15 orang yang terbang dari Pantai Barat Amerika Serikat ke Selandia Baru untuk liburan yang berlangsung seminggu sampai 12 hari untuk memakai perangkat di pergelangan tangan yang fungsinya untuk mengukur kuantitas dan kualitas tidur – selama tiga hari sebelum perjalanan, selama liburan dan tiga hari setelahnya.

Mereka mencatat kualitas dan kuantitas tidur dan memberikan tes kewaspadaan untuk menentukan seberapa baik reaksi mereka sebelum, selama dan sesudah liburan.

Inilah yang ia temukan. Setelah beberapa hari berlibur rata-rata tidur satu jam lebih banyak dan kualitas tidurnya lebih baik. Dan pada tes waktu reaksi, mengalami peningkatan 80 persen.

Baca juga :   Cara Membuat Perut Sixpack

“Ketika mereka sampai di rumah, mereka masih tidur mendekati satu jam lebih banyak dbandingkan sebelum mereka berlibur, dan waktu reaksi mereka 30 sampai 40 persen lebih tinggi daripada sebelum melakukan perjalanan,” kata Rosekind.

Trik supaya liburan ini tetap berkualitas dan anda bisa mendapatkan manfaat maksimal dari liburan ini adalah dengan benar-benar membebaskan diri dari pekerjaan secara fisik maupun mental. Selama liburan anda sebaiknya tidak memeriksa ponsel setiap satu jam sekali atau mengecek email dan data-data di internet. Saat liburan anda harus benar-benar lepas dari pekerjaan. Persiapkan hal ini dengan mendelegasikan pekerjaan rutin di kantor kepada seseorang.




loading...

Artikel terkait Bukti Bahwa Liburan Baik untuk Kesehatan